Hubungi Kami

Apakah Anda setuju untuk berlangganan konten produk terbaru kami

Kebugaran & Kesejahteraan

Halaman Utama >  Pelajari >  Pelajari & Blog >  Kebugaran & Kesejahteraan

Bagaimana Stres Mempengaruhi Komposisi Tubuh 2

Dec 20, 2024

Stres tidak memberikan manfaat kesehatan apa pun, dan efeknya terhadap komposisi tubuh Anda melampaui permukaan. Pertama, stres menyebabkan ketegangan otot di seluruh tubuh Anda. Stres kronis menjaga otot-otot Anda dalam keadaan kontraksi terus-menerus, yang mengarah pada sakit kepala, migrain, dan rasa sakit di ekstremitas atas dan punggung bawah Anda. Tanpa teknik relaksasi, ketegangan ini dapat berkembang menjadi masalah muskuloskeletal kronis, membatasi kemampuan Anda untuk berolahraga dan membangun massa otot lean. Dengan waktu, orang dewasa yang lebih tua mungkin mengalami penurunan dini dalam kekuatan otot, meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.

Stres juga mempersempit saluran pernapasan, yang penting untuk mengirimkan oksigen ke tubuh Anda. Persempitan ini dapat menyebabkan sesak napas, dan bagi mereka yang memiliki kondisi pernapasan sebelumnya, efeknya bisa parah. Napas cepat dan dangkal bahkan dapat memicu serangan panik.

Selain itu, stres memberi beban pada sistem kardiovaskular Anda. Stres akut meningkatkan denyut jantung dan memperkuat kontraksi jantung, menyebabkan perasaan yang familiar 'degupan di dada'. Seiring waktu, stres kronis mempertahankan reaksi-reaksi ini, meningkatkan tekanan darah dan tingkat peradangan, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Peningkatan berat badan akibat stres adalah kekhawatiran lainnya. Kortisol, hormon stres, berkontribusi pada obesitas perut dengan meningkatkan nafsu makan, menyebabkan kerinduan akan makanan berkalori tinggi yang menenangkan, dan mendistribulasi ulang jaringan lemak putih ke daerah perut.

Apa Risiko Lain yang Terkait dengan Stres?

Stres akut terkadang bisa menjadi pendorong motivasi, memberikan ledakan energi dan reaksi yang cepat. Namun, stres kronis seringkali mengarah pada dampak yang lebih serius, termasuk penyakit, rasa sakit, dan peradangan sistemik. Ketika disfungsi kortisol terjadi, respons inflamasi tubuh menjadi tidak teratur, menyebabkan kerusakan seperti pembentukan radikal bebas, kematian sel, penuaan, dan degenerasi jaringan.

Gejala disfungsi kortisol meliputi penguraian otot dan tulang, rasa sakit kronis, gangguan memori, dan tekanan darah rendah (hipotensi ortostatik). Stres kronis juga terkait dengan kondisi seperti osteoporosis, artritis reumatoid, sindrom kelelahan kronis, fibromyalgia, sainsia, miopati, depresi, dan penyakit kardiovaskular. Peradangan yang disebabkan oleh stres dapat menciptakan efek domino, mengarah pada beberapa penyakit inflamasi dan memperburuk gejala yang sudah ada.

Tips Teratas untuk Mengurangi Stres

Meskipun stres tidak dapat dihindari, ada cara yang efektif untuk mengelolanya sebelum menjadi berlebihan:

Latih Yoga dan Meditasi

Yoga dan meditasi membantu tubuh Anda rileks. Yoga mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik, sementara teknik mindfulness dapat memperlambat denyut nadi Anda dan membantu Anda memproses emosi. Mindfulness, yang melibatkan fokus pada momen saat ini, meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

Tetap Aktif

Aktivitas fisik meningkatkan endorfin, membersihkan pikiran stres, dan bermanfaat bagi kesehatan keseluruhan Anda. Aktivitas seperti berjalan kaki atau jogging di luar ruangan dapat meningkatkan mood Anda sambil memberikan perubahan pemandangan.

Jaga Pola Makan Sehat

Penuhi kebutuhan tubuh dengan makanan kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Makanan-makanan ini memberikan energi yang berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.

Utamakan Tidur

Tidur yang cukup menurunkan tingkat stres. Selama tidur nyenyak, tubuh Anda masuk ke mode perbaikan, dan kadar kortisol berada pada titik terendahnya. Tidur yang terganggu, di sisi lain, mengurangi kemampuan Anda untuk menghadapi stres.

Jalin Hubungan dengan Orang Terdekat

Interaksi sosial dengan keluarga, teman, atau tetangga memberikan dukungan dan pengalihan dari stres. Membangun sistem dukungan yang kuat dapat membantu Anda menghadapi tantangan hidup dengan lebih efektif.

Stres Tidak Terhindarkan — dan Dapat Dikelola

Stres adalah kenyataan sehari-hari, tetapi tidak harus menguasai hidup Anda. Dengan mengenali tanda-tanda awal stres dan mengambil langkah-langkah proaktif, Anda dapat mengurangi dampaknya pada tubuh dan pikiran Anda. Akui penyebab stres Anda dan tangani mereka dengan cepat. Terkadang, tindakan sederhana seperti berjalan-jalan atau menelepon orang tersayang bisa membuat perbedaan besar. Ingatlah untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda dan menjaga diri sendiri terlebih dahulu.